Selanjutanya, bidang pendidikan melaporkan, untuk mengefektifkan proses belajar mengajar sudah dibangun tenda – tenda ruang kelas darurat sebanyak 1.467 kelas darurat. Tenda yang sudah dibangun 1.043, masih kekurangan tenda 423 tenda, saat ini proses belajar mengajar sudah berjalan 1/3 persen.
Mengenai penangan pengungsi, hingga kini terus berubah, lantaran adanya perubahan jumlah pengungsi. Dilaporkan pula saat ini 20 dapur umum sudah dimandirikan sebanyak 13 dapur umum, tersisa 7 dapur umum yang belum mandiri. Tetapi dari Kementrian Sosial sudah mempersiapkan paket bantuan untuk kebutuhan pengungsi setelah tinggal di Huntara dan santunan untuk korban meninggal. Sejauh ini Kemensos masih menunggu data yang akurat sesuai keputusan Wali Kota dan Bupati .
Selanjutnya, wali Kota Palu, Hidayat, Bupati Sigi, Irwan Lapatta, dan Donggala Donggala, mengemukakan jika melihat penanganan kondisi masyarakat masih sangat kompleks, maka mereka mengusulkan bahwa masih dibutuhkan perpanjangan tanggab darurat.
Setelah Mlmendengarkan seluruh masukan yang berkembang dalam rapat itu, Gubernur Longkimenyampaikan beberapa poin, antara lain agar para bupati dan Wali Kota Palu segera melakukan validasi data, by name by address. Kemudian ia menegaskan pembangunan Huntara secepatnya diselesaikan paling lambat 2 bulan ini.
Pembentukkan desain Huntara harus berkoordinasi dengan PUPR. Serta Gubernur Longki meminta Kemensos agar mempersiapkan kebutuhan pengungsi yang akan menempati Huntara sebanyak 1200 X 12. Bilik 14. 400 untuk tahap I. Kemudian akan ditambah sesuai kebutuhan. Selain itu ada pula Huntara Bantuan dari berbagai pihak.
Penulis; Bob Shinoda






