Almarhum H. Awaludin Ismail, ayah dari Rachmansya sejumlah jabatan birokrasi dan politik pernah didudukinya pada masa pemerintahan presiden Soekarno dan Soeharto.
Diantara jabatan yang pernah diduduki ayahnya adalah Kakanwil kehutanan tahun delapan puluhan, kemudian pusdiklat kehutanan dan organisasi sulawesi tahun lima puluhan yang berkantor di bogor Jawa Barat.
Pada tahun 1962-1968 ia kemudian dipercayakan oleh pemerintah pusat menduduki posisi ketua dewan DPRD kabupaten Enrekang yang baru masuk usia pemekaran atau pembentukan daerah otonomi baru ketika itu.
Makanya tidak heran jika talenta birokrasi ayahnya menurun ke Rachmansyah. Sehingga sejumlah posisi strategis didudukinya sejak dari Poso, Morowali hingga ke pemerintah Provinsi Sulteng.
Pada jaman pemerintahan bupati Anwar Hafid 10 tahun di Morowali, Rachmansyah Ismail berpindah-pindah posisi dengan eselon yang sama.
Mulai dari staf ahli, kepala dinas kehutanan dan perkebunan, dinas perumahan rakyat dan penataan ruang dan sejumlah jabatan mentereng lainnya.
Kemudian masa pemerintahan Gubernur H.Rusdy Mastura – Ma’mun Amir yang dilantik pada tahun 2020, lagi-lagi Rachmansyah Ismail mendapat kepercayaan.
Pada tahun 2022 dia dipilih dan dilantik oleh Gubernur Rusdy Mastura yang akrab disapa Cudy menduduki posisi kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah.
Memasuki tahun kedua menjabat di Dinas ESDM alumni Sarjana 2 (S2) Universitas Mulawarman itu dipercayakan menjadi pelaksana tugas kepala Dinas Kehutanan Sulteng yang ditinggal pensiun oleh Nahardi.
Bukan itu saja, Rachmansyah Ismail dipercaya oleh Gubernur Cudy sebagai penjabat bupati Morowali 2023-2024.
Lelaki yang hobi mengoleksi mobil dan motor itu, menjawab media ini mengatakan jauh sebelum jadi Kadis ESDM sudah memiliki koleksi mobil dan motor mewah.
Ia menjelaskan dirinya baru satu tahun jadi Kadis di ESDM Sulteng sejak diangkat 2022 lalu. Dan sebelumnya pernah bertugas di Pemkot Makassar, kemudian tahun 2007 menjabat Kepala Dinas termuda di Morowali kurang lebih 10 tahun serta pernah senior di Kementerian.
Rachmansyah mengatakan walau dirinya pernah bertugas di luar daerah yakni Makassar dan Jakarta, tapi kakek, nenek dan kedua orang tuanya asli Morowali, sehingga merupakan putra daerah sulteng.
Rachmansyah membuktikan dirinya diserahi amanah oleh Gubernur Rusdy Mastura untuk membenahi pertambangan dan kehutanan di Sulteng saat itu.
“Saya disini hanya mengabdi atas amanah dari bapak Gubernur Rusdy Mastura untuk membenahi pertambangan dan kehutanan. Dan menariknya gaji di dimas ESDM itu semuanya saya sumbangkan ke fakir miskin, termasuk jika ada staf yang membutuhkan biaya pengobatan,”akunya. ***






