“Inisiatif kami anggota dewan menganggarkan program Padat Karya. Kita ini sudah devisit kemarin. Akhirnya kita ambil sisa-sisa anggaran yang ada di beberapa OPD untuk padat karya,” katanya.
Ikhsan Kalbi menjelaskan sumber anggaran tersebut diambil dari sisa devisit anggaran tahun 2020. Di mana para anggota dewan mampu merasionalkan pihak TPAD untuk kemudian menganggarkan Program Padat Karya melalui sisa anggaran yang anggaran yang ada.
Ia berharap agar masyarakat Kota Palu khususnya yang bekerja di program Padat Karya supaya tidak risau, sebab DPRD Kota Palu telah berupaya agar anggaran program Padat Karya tetap berjalan dengan dana sebesar Rp11, 8 miliar lebih. (**)






