“kalau sekarang yang kita pakai bersih-bersih kotoran rumah, kami ambil dari sungai yang ada di belakang rumah, makanya proses pembersihan menjadi lambat,” ucapnya.
Pantauan media ini di lokasi banjir, tong air, jerigen milik warga banyak berjejer di halaman rumah menunggu antrian pengisian air dari pihak Damkar dan BNPB Touna.
Adapun kekurangan air bersih yang dialami warga desa Tayawa dikarenakan jaringan pipa air bersih sempat terputus di terjang banjir bandang, ditambah juga Air PDAM saat ini tidak berjalan normal.***
(Jefry)






