Pengawasan Dinas PUPR Tolitoli Lemah, Pekerjaan CV Ibriand Jaya Pratama di Jalan Moloon Disebut Asal Jadi 

Redaksi
Pembangunan saluran drainase di jalan Moloon kota Tolitoli diduga asal jadi. Foto: M. Yusuf.
A-AA+A++

PosRakyat – Pekerjaan pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai dalam daerah Kabupaten / Kota yang ada di kelurahan Sidoarjo kecamatan Baolan kabupaten Tolitoli diduga kerjakan asal – asalan.

Hal ini sebagaimana disampaikan  Kepala Kelurahan Sidoarjo, Munafri kepada media ini dimana dirinya mengaku sangat menyayangkan kualitas pekerjaan drainase yang ada di wilayah kerjanya itu.

Baca Juga: Gubernur Cudy Resmi Ikut di Pilgub 2024, Ini Pertimbangannya 

Baca Juga: Kejaksaan Tetapkan Pejabat Bawaslu Sulteng Sebagai Tersangka Dana Hibah Pilkada 2020, Kerugian Negara Ratusan Juta Rupiah

“Kualitas pembangunan saluran itu terkesan asal – asalan dan amburadul,” akunya.

Munafri mengatakan, dengan di bangunnya drainase diharapkan dapat menyelesaikan masalah terutama masalah banjir jika terjadi hujan.

Namun sayangnya lanjut dia, kualitas pembangunan justru menimbulkan masalah baru, dimana air hujan tidak bisa mengalir dan malahan tergenang sehingga menimbulkan jentik – jentik nyamuk.

”Pekerjaan saluran ini betul – betul asal jadi, hujan sedikit saja saluran sudah penuh karna air tidak mengalir. Parahnya lagi, air yang ada dalam saluran kalau sudah penuh, airnya itu tumpah ke perumahan warga yang ada di sekitar Huntap. Sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini, olehnya saya menduga kalau proyek ini gagal, ditambah lagi pengawasan yang kurang dari dinas terkait,” ungkap Munafri dengan kesal belum lama ini.

Diketahui, pembangunan saluran drainase di jalan Moloon itu melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Pendataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tolitoli. Proyek ini bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah  (APBD) dengan nilai kontrak sebesar Rp 179.911.000,00, dikerjakan oleh CV Ibriand Jaya Pratama.

Kepala Bidang Cipta Karya Haizar saat dikonfirmasi via telpon terkait pekerjaan tersebut mengatakan dirinya belum sempat karna sedang ada pemeriksaan dari BPK.

Terpisah, Takdir selaku ketua panita Provisional Hand Over (PHO) saat dikonfirmasi mengaku bahwa hasil pekerjaan tersebut tidak memuaskan karena tidak bisa teraliri dengan baik.

“Memang sudah selesai hanya saja pekerjaan itu hasilnya belum memuaskan dimana seharusnya saluran itu dapat mengatasi air hujan serta air luapan dari pemukiman warga, justru air ini tidak mengalir ke laut,” akunya.

Lanjut Takdir, bahwa saat ini bagian pihaknya sudah menyampaikan situasi di lapangan. Pihaknya juga segera akan menyampaikan hal ini kepada Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK).

“Anggota saya sudah sampaikan ke saya terkait situasi di lapangan, sehingga saya sampaikan kepada anggota saya agar diperiksa semuanya, siapa tau masih ada yang kurang nanti kita akan sampaikan kepada Panitia Pelaksana Kegiatan ( PPK ) karna masih ada masa pemeliharaan 180 hari ,” tutup Takdir ***

(M. Yusuf)