Perbaikan Bahu Jalan Ruas Karanjalemba – Biromaru Bermasalah, Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

oleh -
oleh
Terlihat material yang digunakan untuk perbaikan bahu jalan ruas Karanjalemba - Biromaru bercampur akar kayu. Diduga tak sesuai standar. Foto: TIM

PosRakyat – Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng), Asbudianto, ST., M.Si menyebut perbaikan bahu jalan ruas Karanjalemba – Biromaru yang rusak akibat proyek galian pipa SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Pasigala (Palu, Sigi, Donggala) tidak sesuai standar.

“Ini material tidak memenuhi standar, kontraktor hanya kerja asal – asalan hanya bisa membongkar dan tidak tau mengembalikan kekondisi awal. Kontarktor harus bongkar kembali itu dan gunakan material sesuai spesifikasi,” tegas Asbudianto saat dimintai tanggapan terkait perbaikan bahu jalan ruas Karanjalemba – Biromaru, Jumat, 13 Mei 2023.

Baca Juga: BPJN Sulteng Rekontruksi Jalan Lingkar Palu dan Sigi

Menurutnya, akibat galian pipa itu telah merusak bahu jalan sepanjang ruas Biromaru – Karanjalemba, namun dalam pengerjaannya kembali terlihat menggunakan material asal – asalan.

Diketahui, paket pekerjaan dengan nama Proyek Construction of Water Distribution Pipe and House Connection Zone 3 and Zone 4 in Palu Regency dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran sesuai kontrak sebesar Rp155.424.228.000,00, dan melekat di Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Baca Juga: Proyek SPAM Pasigala Disoal

Paket tersebut digarap oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang beralamat di Jalan Letjend TB Simatupang No 57 Pasar Rebo – Jakarta Timur.

Material LPS ( Lapis Pondasi Agregat Kelas S ) sebagai pengganti galian Pipa SPAM Pasigala yang dipasang disepanjang Jalan Provinsi Ruas Biromaru – Karanjalemba dengan nilai ratusan miliar tersebut menuai sorotan public, karena terkesan dikerjakan serampangan dan asal – asalan.

Baca Juga: Muhammad Ridha Saleh Resmi Bergabung ke Partai NasDem, Ini Pertimbangannya 

Sorotan ini cukup beralasan, sebab selain diduga menggunakan material bekas galian pipa dari Desa Pombewe Kecamatan Sigibiromaru Kabupaten Sigi dan peralatan tidak sesuai spek, juga kontraktor pelaksana tidak mengindahkan pedoman penggunaan material untuk bahu jalan Lapis Pondasi Agregat Kelas S (LPS).

Selain itu, sorotan juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaman Sulteng, Moh. Rifaldi, SH mengatakan, pelaksanaan pekerjaan perbaikan bahu jalan ruas Biromaru – Karanjalemba itu ditemukan sejumlah kejanggalan.

Beberapa diantaranya pada penggunaan material hanya menggunakan bekas galian yang bercampur dengan akar – akaran serta bahan lain yang tidak diinginkan, seperti lumpur bercampur dengan akar dan bahan lain yang mudah kropos.

“Seharusnya menggunakan agregat S dengan komposisi setengah split ditambah skrining kemudian ditambah abu batu. Selain itu, alat yang digunakan untuk pekerjaan pemadatan hanya menggunakan Bucket excavator, padahal seharusnya menggunakan vibro roller berkapasitas tinggi,” kata Rifaldi.