Olehnya itu, sebagai kader Demokrat sekaligus Sekertaris Partai DPD Partai Demokrat Sulteng tambah Razak, dirinya menganggap Hendrik tengah mengalami depresi politik, dan kelainan mental, sehingga bagusnya dia dibawa ke Psikiater. Orang seperti dia ini tidak ada manfaatnya sama sekali buat partai, bahkan hanya merugikan dan mengacaukan partai.
Razak pun menantang Hendrik Luntungan jika merasa tersinggung dengan pernyataannya. Razak pun siap “duel” dengan Hendrik soal gagasan dan pikiran untuk Partai Demokrat.
“Hendrik, loe gila gue lebih gila, saya ladenin tantanganmu dan jangan sentuh Ketum kami SBY, loe hadapi saya saja,” pungkas Abdul Razak.
Sumber : Jurnalsulawesi.com






