“Kita ingin proses Pilkada berjalan damai, terbuka, adil dan jujur. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan sehingga merusak demokrasi. Dan kami punya pengalaman banyak terkait hal ini,” tegas Agussalim.
Agus juga mengapresiasi Bawaslu Kota Palu yang telah melakukan langkah-langkah preventif yang semestinya juga dilakukan oleh Bawaslu di tingkat provinsi.
Agus menilai pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng tahun 2020 hanya akan diikuti dua kandidat. Sehingga jika terjadi hal-hal yang menganggu demokrasi akan mudah sekali tercium oleh masyarakat. [*]






