Aceo menyebut, bahwa lima tahun depan Sulteng mesti maju dan lebih cepat sejahtera. Pemimpinnya harus dari kalangan dengan ceruk pemilih yang terwakili. Baik secara kewilayahan dari Sulteng bagian Barat dan Sulteng bagian Timur.
Lanjut dia, mewakili postur daerah, suku, agama dan kepercayaan pada Tuhan yang Maha Kuasa. Cinta pada masyarakat. Menciptakan Sulteng damai stabilitas ekonomi, keamanan dan ketertiban.
‘’Hanya Kak Cudy sukses selama tiga tahun memimpin di tengah pasca bencana alam dan bencana covid. Kita harus jujurlah,’’ terang Aceo.
Ia tegaskan suara pemilih Cudy – SAH kembali reborn terus naik setelah beberapa kali dihempas isu tidak maju karena sakit dan tidak mendapat dukungan partai politik. Putusan MK 60 adalah titik kulminasi kompetitor dan memberi jalan reborn duet Cudy Agusto.
‘’Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanawataallah yang mengatur semua. Dan angka kita menang mencapai empat puluh persen,’’ tandasnya.
Dari mana angka 40 persen. Mudah, kata Hendrik. Ceruk suara Cudy ditambah ceruk suara Agusto. Baik latar belakang, investasi sosial, politik dan kultural keduanya saling menambah. Bukan saling mengurangi. Atau sama sekali tidak menambah dan tidak mengurangi.
‘’Konsultan politik dan surveyor banyak memprediksi kemenangan itu,’’ katanya.






