Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menilai bahwa retret ini sangat efektif dalam membangun koneksi emosional antara kepala daerah dan pemerintah pusat. “Diskusi langsung seperti ini jauh lebih membangun dibandingkan pertemuan daring. Kami bisa memahami strategi hilirisasi dan industrialisasi dari perspektif teknis hingga filosofis,” ungkap Emil.
Ia juga mengapresiasi bagaimana Presiden Prabowo menjabarkan strategi industrialisasi dengan landasan konstitusional yang kuat. “Bukan hanya soal teknis, tetapi juga filosofi dan semangat dalam membangun bangsa,” tambahnya.
Kepala Daerah Siap Implementasikan Arahan Presiden
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menegaskan kesiapan daerahnya dalam menjalankan arahan Presiden, terutama dalam memaksimalkan potensi daerah dan efisiensi anggaran. “Ini pertama kali diadakan dan sangat penting untuk membangun kekompakan serta kesolidan kepala daerah dalam bekerja untuk rakyat,” ujarnya.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, juga menilai bahwa retret ini memberikan pengalaman yang luar biasa. “Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan daerah dan dapat langsung diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dengan berakhirnya retret ini, para kepala daerah membawa semangat baru untuk menerapkan arahan Presiden Prabowo di wilayah masing-masing. Diharapkan, sinergi antara pusat dan daerah semakin kuat, sehingga pembangunan nasional dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
(ZF)






