Ia berharap edukasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini.
Selain itu, Aris mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat kepolisian dengan melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, menjauhi narkoba, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba,” katanya.
Aris juga berharap sinergi antara masyarakat dan kepolisian terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial, penyuluhan, serta kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, kolaborasi yang baik akan semakin memperkuat upaya menjaga situasi Kamtibmas sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan hingga organisasi kepemudaan, untuk meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkoba. Peran keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak sekaligus mencegah penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Aris optimistis upaya Polri, khususnya Polda Sulawesi Tengah, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberantas penyalahgunaan narkotika akan semakin optimal demi mewujudkan Sulawesi Tengah yang aman, tertib, dan bebas dari ancaman narkoba.
Editor: ZF

