Jakarta, Posrakyat.com – Saham emiten dengan kapitalisasi pasar jumbo alias big caps akan mendapatkan berkah dari window dressing tahun ini antara lain sektor perbankan, telekomunikasi, dan manufaktur.
Head Investment Avrist Asset Management Farash Farich memperkirakan, emiten telekomunikasi yang akan kejatuhan durian runtuh dalam siklus perbaikan pasar pada akhir tahun adalah Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan di sektor manufaktur adalah PT Astra International Tbk. (ASII).
Adapun saham sektor perbankan yang diproyeksikan mampu memberikan cuan kepada investor pada penghujung tahun adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).
“Big caps akan terdampak window dressing. Khususnya emiten-emiten tersebut. Selain karena dari sisi fundamental kuat kinerja mereka sejauh ini juga cukup positif,” katanya kepada Bisnis.
Dia meyakini pada hari-hari terakhir tahun ini indeks harga saham gabungan (IHSG) akan mampu bangkit, sebagaimana siklus akhir tahun yang selama ini terjadi. Big caps menjadi saham yang terdampak karena memiliki bobot yang cukup besar dalam indeks.
Adapun pada tahun depan Farash memproyeksikan akan ada perbaikan meskipun volatilitas di pasar masih terjadi. “Tapi tidak seperti 2018. Kami yakin ada perbaikan karena valuasi lebih murah dibandingkan awal 2018 dan minat investasi asing di aset emerging amrket akan membaik,” ujarnya.






