Saham Bank, Telko & Manufaktur Dipoles Akhir Tahun

oleh -
oleh
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Sementara itu, sejumlah analis saham memprediksi IHSG akan berada di kisaran 7.000 pada tahun depan, sejalan dengan meredanya tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan sentimen positif dari pemilihan presiden.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, bank sentral AS pada diprediksi tidak akan seagresif tahun lalu dalam mengerek suku bunga acuan. Pemangkasan pajak di AS juga tak cukup kuat mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Selain itu, kemenangan Demokrat dalam pemilu sela AS juga akan mengubah arah kebijakan luar negeri Donald Trump. Diantaranya adalah pengurangan porsi penggunaan dana untuk belanja infrastruktur dan pemotongan pajak.

“Tahun depan tekanan terhadap rupiah juga berkurang karena Fed Fund Rate tidak akan naik seperti tahun ini. Indeks pun akan lebih bagus pada 2019,” kata dia

Sum; Bisnis.com