Ciwang menambahkan bahwa sampah tersebut sangat mengganggu aktivitasnya dalam mencari nafkah. Selain bau yang menyengat, para pengunjung pasar pun enggan datang untuk berbelanja, sehingga omzet penjualannya menurun. “Kami berharap sampah yang menumpuk ini segera dibersihkan agar kami bisa beraktivitas dengan baik. Apalagi saat ini Tolitoli memasuki musim penghujan, supaya bau yang ditimbulkan tidak semakin menyebar,” harapnya.
Senada dengan Ciwang, Amran alias Ellang juga berharap sampah yang menumpuk di depan lapaknya segera dibersihkan. “Kalau lambat dibersihkan, pengunjung pasar tidak mau datang berbelanja di tempat kami. Selain bau yang menyengat, sampah ini juga sudah mengganggu kesehatan,” ujar Amran.
Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli, Epri, saat dikonfirmasi oleh media ini melalui pesan WhatsApp, menyatakan akan segera menyampaikan masalah ini kepada petugas kebersihan. “Iya, Pak. Nanti kami sampaikan kepada petugas kebersihannya. Tempat yang kemarin kami bersihkan seharusnya tidak dijadikan tempat sampah, dan sebagian sampah itu berasal dari luar pasar,” tulis Epri melalui ponselnya.
Epri menambahkan bahwa sampah yang menumpuk ini harus segera diatasi oleh petugas kebersihan pasar dan menjadi perhatian khusus oleh koordinator pasar. “Terima kasih atas saran dan masukannya, Pak,” tutup Epri.
(SR)






