SAS Diduga Palsukan Tanda Tangan Putri Guru Tua

Redaksi
Foto: Ist
A-AA+A++

PosRakyat – Ketua Utama Alkhairaat, Sayyid ‘Alwi bin Saggaf (SAS) Al-Jufri disebut telah melakukan pemalsuan data pribadi milik Syarifah Sida Al-Jufri. Hal ini terungkap pada bulan Ramadhan yang lalu ketika rapat keluarga.

Sebagaimana rilis yang diterima redaksi media ini, Senin, 1 Mei 2023, dimana Sayyid Muhammad menyebutkan bahwa, terdapat akta Yayasan Alkhairaat Sayyid Idrus bin Salim Aljufrie yang baru yang pengesahannya diusulkan oleh SAS, Ir Alwi bin Muhammad Al-Jufri, dan Djamaluddin Mariadjang. Namun perubahan tersebut tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada pihak keluarga keturunan Sayyid Idrus.

Ia juga menyebutkan, bahwa adanya pemalsuan tanda tangan Syarifah Sida Al-Jufri sebagai Dewan Pembina. Tanda tangan ini kemudian dibutuhkan sebagai bagian dari dokumen pengesahan akta yayasan baru di atas oleh notaris.

Lanjut Sayyid Muhammad, pemalsuan tanda tangan tersebut jelas merupakan tindakan tidak bermoral dan melawan hukum yang dilakukan oleh SAS. Untuk itu, ia selaku putra dari Syarifah Sida menyatakan keberatan dan akan melayangkan gugatan melalui jalur hukum.

“Kami dari pihak keluarga Syarifah Sida Al-Jufri sangat tersinggung dan keberatan atas kelancangan SAS yang memalsukan tanda tangan ibu kami, putri Guru Tua. Kami menganggap itu sebagai tindakan tidak berakhlak serta melawan hukum dari seorang yang menjabat selaku Ketua Utama Alkhairaat saat ini,” ujar Sayyid Muhammad.

Menurutnya, pihak keluarga Syarifah Sida akan mengajukan gugatan hukum atas tindakan SAS tersebut.

“Pihak keluarga Syarifah Sida sepakat untuk membawa kasus pemalsuan tanda tangan orang tua kami ke meja hijau sebagai pembelajaran kepada SAS dan oknum-oknum terkait,” katanya.

Diketahui, Syarifah Sida merupakan anak dari Guru Tua dari pernikahannya dengan putri Kaili, Intje Ami Dg. Sute.***