Patroli Gabungan TNI – Polri di Tolitoli Ciptakan Kamtibmas yang Kondusif

Redaksi
Patroli gabungan TNI - Polri di Tolitoli. Foto: Ist
A-AA+A++

Tolitoli – Pasca lebaran Idul Fitri 1444 hijriah, Polres Tolitoli bersama dengan TNI menggelar patroli gabungan dalam rangka menciptakan situasi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), yang kondusif.

“Kegiatan Patroli gabungan TNI Polri ini dengan sasaran utama penyakit masyarakat dan balapan liar di wilayah hukum Polres Tolitoli, untuk mewujudkan rasa aman, nyaman dan kondusif,” kata Kabag OPS Polres Tolitoli Kompol. Alfius. SH. usai menggelar patroli minggu malam, 30 April 2023.

Baca Juga: Muhammad Ridha Saleh Akan Kumpulkan Puluhan Remaja Bahas Pembangunan Kota Palu

Baca Juga: SAS Diduga Palsukan Tanda Tangan Putri Guru Tua

Baca Juga: Menjelang Haul Guru Tua, Tokoh Muda Alkhairaat Usul Revisi AD/ART Yayasan Alkhairaat

Kompol. Alfius, berharap dengan dilaksanakan patroli gabungan di malam hari, ini merupakan tanggungjawab bersama dalam memberikan keamanan terhadap masyarakat agar tetap kondusif, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mendukung serta dapat mematuhinya dan bisa menjaga kamtibmas.

“Karena hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam memberikan keamanan terhadap masyarakat. Patroli sinergitas antara TNI – Polri merupakan wujud sesama pemangku kepentingan dalam rangka menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polres Tolitoli agar tetap kondusif,” tuturnya.

Meskipun dari hasil patroli yang di gelar dalam rangka kelanjutan operasi ketupat masih nihil, namun pihak Polres Tolitoli bersama dengan personil TNI Polri juga memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat, terutama anak anak muda yang sering melakukan balapan liar.

“Tingkat kesadaran masyarakat Tolitoli semakin meningkat terbukti dari hasil patroli semalam tidak satu pun yang di dapati melakukan tindakan kejahatan penyakit masyarakat terutama miras dan balapan liar,” ungkapnya.

Namun pihaknya bersama TNI tetap menggelar patroli setiap malam dengan sasaran titik lokasi yang di khawatirkan masih melakukan penyakit masyarakat, terutama miras dan balapan liar.***