Habib Sadig menilai, pasal tersebut sudah sesuai dengan tradisi yang berjalan selama ini di Alkhairaat.
“Guru Tua mewariskan kepemimpinannya kepada putranya yang tertua, yakni Habib Muhammad. Meniru ayahnya, Habib Muhammad kemudian mewariskan Alkhairaat kepada Habib Saggaf. Begitu juga, Habib Saggaf mewariskan kepada putra yang tertuanya, H.S. Alwi, lewat surat resmi penunjukkan Plt. Ketua Utama,” terangnya.
Habib Sadig menambahkan, dengan pertimbangan tersebut maka sosok Ketua Utama Alkhairaat saat ini sudah jelas.
“Penerus Ketua Utama di Alkhairaat tidak perlu dipertanyakan apalagi diutak-atik. Tidak perlu ditafsirkan lagi, karena sudah jelas. Ketika Habib Saggaf wafat, penerus beliau sebagai Ketua Utama otomatis berpindah kepada H.S. Alwi bin Saggaf al-Jufri,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Habib Sadig menilai bahwa Muktamar XI bukan forum pembahasan Ketua Utama.
“Yang ditetapkan pada Muktamar Alkhairaat bulan depan hanya Ketua Umum. Sekali lagi, kalau mengaku taat kepada Guru Tua, maka taati AD-ART organisasi yang beliau dirikan,” tutupnya.***






