“Tapi kali ini, korban ke hutan hanya membawa bekal untuk keperluan sehari saja, tanpa membawa belanga dan sarung,” tutur Basrano berdasarkan laporan keluarga korban.
Setelah empat hari tidak pulang, keluarga mulai cemas dan berusaha mencari keberadaan korban di pegunungan Katopi Kecil, lokasi yang sering didatangi korban untuk menjerat ayam hutan. Namun hingga saat ini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Menindaklanjuti laporan tersebut Kepala Basarnas Palu melalui kepala Jaga Harian, menggerakkan 1 tim Rescue ke lokasi kejadian, dengan menggunakan Rescue Car, beserta peralatan pendukung lainnya.
Setelah tiba di lokasi, Tim Rescue langsung berkoordinasi dengan keluarga korban dan aparat setempat.
“Tim langsung melakukan pencarian bersama Tim SAR gabungan, diantaranya melibatkan Kades Sintuvu, Babinsa Desa Sintuvu, Babinkmatibnas, Polsek Sintuvu 5 Orang, KPA Nakadiki 3 Orang dan masyarakaat sebanyak 26 orang,” jelasnya. [*]






