Suplai listrik ke PT. Tamaco sebesar 500 KVA dianggap telah mempengaruhi kualitas kelistrikan di wilayah Witaponda dan Bumiraya, sehingga sering mengalami gangguan kelistrikan yang mengakibatkan tenaga listrik menjadi down.
Sementara, PLN UP3 Palu juga membahas sistem kelistrikan PLN ULP Kolonedale pada bulan Agustus 2024 yang direncanakan mesin gardu induk Kolonedale bisa beroperasi, sehingga nantinya dapat memperkuat dan menhandle sistem kelistrikan ULP Kolonedale.
“Untuk kelistrikan sistem PLN ULP Bungku pada bulan Oktober 2024 mendatang, direncanakan Gardu Induk Bungku beroperasi, sehingga nantinya dapat memperkuat dan mengandalkan sistem kelistrikan ULP Bungku,” kata Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Rachmansyah Ismail.
Kata Rachmansyah dengan beroperasinya Gardu Induk Kolonedale dan Bungku nantinya, dapat memperkuat dan memperbaiki kualitas kelistrikan di wilayah Morowali dan Morowali Utara termasuk di Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya.
“Maka, rencana pengadaan mesin dari Pemda Morowali, nanti PLN UP3 Palu akan menindaklanjuti jika surat sudah diterima dari Pemda Morowali,” jelasnya.
Ia menjelaskan dengan beroperasinya PT. Tamaco yang disuplai dari penyulang Bahonsuai dari PLTD Tompira, akan mempengaruhi kualitas kelistrikan di Kecamatan Witaponda dan Bumiraya.
PLN UP3 Palu juga akan melakukan evaluasi terhadap pola operasi kelistrikan di wilayah Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya yang dikeluhkan masyarakat sering down. ***






