Konser ini juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap dunia seni, serta bagian dari upaya membangun Sulteng Culture Hub sebagai pusat kebudayaan. “Tema konser besok adalah love and respect. Slank diperkirakan akan membawakan 15 hingga 20 lagu, termasuk lagu spesial yang akan mereka nyanyikan,” ungkap Budi.
Untuk memanjakan para penonton, konser ini akan dilengkapi dengan teknologi sistem suara dan pencahayaan terbaik, dengan spesifikasi sound system sebesar 125 ribu watt. Selain penampilan Slank, penonton juga akan dihibur oleh Duo Anggrek serta lima band lokal.
Ketua Panitia Konser Sulteng Emas, Andono Wibisono, menegaskan bahwa acara ini murni untuk hiburan dan tidak memiliki agenda politik. “Siapapun boleh datang, dengan syarat tidak ada unsur politik di dalamnya,” ujarnya, meyakini bahwa konser ini akan menjadi milik seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.
Hendrik Lyanto, penggagas konser, juga menyatakan bahwa konser ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana promosi untuk kemajuan Sulawesi Tengah di masa depan. “Kami mengusung konsep Culture Hub sesuai dengan cita-cita Sulteng. Saya telah menggagas ini sejak tahun 2017 di Poso, demi masa depan Sulteng yang lebih maju dan sejahtera,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hendrik menekankan pentingnya mempersiapkan Sulawesi Tengah sebagai bagian dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di masa depan. “Potensi Sulteng sangat besar, mulai dari produk lokal seperti durian hingga kekayaan budayanya. Semua ini perlu dipromosikan, salah satunya melalui konser Slank dan berbagai model promosi lainnya,” pungkasnya.






