Sudah Setahun Selesai Dikerjakan, Sejumlah Kerusakan pada Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo – Talise Tak Tertangani 

oleh -
oleh
Tampak salah satu jembatan box culvert Tondo, dan terlihat banyak tambalan semen pada dinding dan lantai jembatan. Foto: PosRakyat.com

PosRkayat – Sejumlah item pada pembangunan jalan dan jembatan yang melintas tepat di belakang kantor Polda Sulteng kota Palu terus mendapat sorotan dari masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini beberapa titik kerusakan di proyek itu belum juga dilakukan perbaikan.

Adapun item pekerjaan tersebut yang sampai hari ini belum dilakukan perbaikan diantaranya yakni, paving blok dan cor pengancing pada trotoar jalan.

“Ini sudah satu tahun lamanya selesai dikerjakan, namun masih banyak item dari proyek di belakang kantor Polda itu yang belum sama sekali dilakukan perbaikan seperti paving blok dan cor pengancing pada trotoar jalan,” ungkap ketua DPD Jaman Sulteng, Moh. Rifaldi, SH kepada PosRakyat.com, Senin, 2 Januari 2023, siang.

Baca Juga: Status Siaga Cuaca Ekstrem di DKI Jakarta

Baca Juga: Bedikut Ini Jadwal Pembayaran UKT Untad Tahun 2022-2023

Baca Juga: Ratusan Juta Uang Kontingen Tolitoli di Porprov IX Banggai Belum di Bayar

Ia mengaku, sejak selesai dikerjakan sekira akhir tahun 2021 lalu itu, proyek yang menelan anggaran puluhan miliar itu tampak banyak kerusakan yang mengisyaratkan buruknya kualitas pekerjaan tersebut.

Tampak Bronjong dan Uditch salah satu item pekerjaan pada pembanguan jembatan akses utama Huntap Tondo – Talise. Foto: PosRakyat.com

“Sejak dinyatakan selesai dikerjakan, pembanguan jembatan dan jalan itu memang sudah terlihat banyak masalah, mulai dari kualitas beton jembatan, paving blok dan cor pengancing banyak yang gampang rusak, kemudian  pemasangan u-ditch yang tak menggunakan lantai kerja dll,” tegas Rifal.

Sementara, kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Tiga Sulawesi Tengah (Satker PJN Wil III Sulteng), Dian Maulana kepada PosRakyat saat ditanya terkait penanganan jalan dan jembatan beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pihaknya akan mengundang kembali pihak kontraktor untuk membicarakan persoalan tersebut.