PosRakyat – Banjir menerjang desa Balinggi Jati, kecamatan Balinggi, kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng). Peristiwa ini akibat jebolnya tanggul yang sebelumnya dibangun oleh pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu di desa tersebut.
“Tanggul itu merupakan pembuangan irigasi Sausu yang dibangun oleh BWSS III Palu. Namun tidak permanen, sehingga ketika volume hujan tinggi dan deras, maka tanggul itu tidak mampu menampung dan menahan deras air sungai. Akibatnya jebol,” kata anggota DPRD Parimo Fraksi Gerindara I Ketut Mardika kepada wartawan melalui pesan whatsApp, Senin pagi (30/6/2025).
Ia menyebutkan, bahwa dampak dari jebolnya tanggul tersebut diperkirakan sekira ratusan hektar lahan persawahan masyarakat yang mengalami kerusakan.
“Seperti kita ketahui tanggul itu adalah kewenangan dari BWSS III Palu. Dan kami berharap sebagai wakil rakyat tanggul itu bisa dibuat permanen, karena hampir setiap tahun pada saat musim hujan pasti banjir dan menyebabkan tanggul jebol,” tegas I Ketut Mardika.
Baca Juga: Demi Jadi Tuan Rumah Fornas 2027, Gubernur Sulteng Siap Hidupkan Kembali Hutan Kota
Baca Juga: 491 Peserta Vespa Ramainkan Bhayangkara Otomotif di Polda Sulteng
I Ketut mengatakan tanggul itu di buat dari pasir, sehingga mudah tergerus air sehingga jebol. Kemudian terjadi pendangkalan di muara sungai, sehingga sedimen pasir terus membuat posisi sungai jadi dangkal.
“Diharapkan pemerintah segera mencarikan selusinya, karena masalah banjir akibat tanggul pasir jebol ini setiap tahun terjadi pada saat musim hujan,” harap anggota DPRD I Ketut Mardika.






