Anggota DPRD parimo
Fraksi Gerindra I Ketut Mardika menegaskan untungnya sawah masyarakat sekarang lagi posisi habis panen dan masih mengolah lahan.
“Syukurnya tanggul jebol dan banjir menenggelamkan sawah masyarakat pada posisi masih sedang proses penggarapan. Dan musim tanam bulan juli sekitar tgl 10 mulai menanam,” jelas I Ketut.
I Ketut menerangkan kalau tahun lalu banjir akibat tanggul jebol pas padi mau panen, makanya masyarakat mengalami kerugian besar.
“Sebenarnya waktu pak Anwar Hafid gubernur Sulteng sekarang masih anggota DPR RI sudah mewanti-wanti agar dibangun tanggul permanen disitu agar tidak selalu jebol. Karena permasalahannya di tanggul sementara dimana pasir saja ditumpuk-tumpuk sehingga mudah jebol,” ungkapnya.
Sementara, Kepala balai wilayah sungai sulawesi (BWSS) III Palu Dedi Yudha yang dhubungi wartawan via whatsApp hari ini belum memberikan jawaban konfirmasi.






