“Saat ada di tengah-tengah polisi saat meliput, karena saya harap berada di posisi itu bisa dapatkan keamanan, malah justru dipukul,”ungkapnya.
Sementara itu, wartawan dari kailipost, Windy yang bersamanya mengatakan, dirinya juga mendapatkan tindak kekerasan. Bahkan dia terkena lemparan yang kena di kepalanya, meski begitu dia tidak mengalami luka.
“Saya juga kena lemparan dari depan arah aparat kepolisian melakukan penjagaan, bersamaan dengan itu memang dari belakang tempat mahasiswa aksi juga melakukan pelemparan, tapi saya tidak tau apa yang kena di kepala saya,” ucapnya.
Dia juga menuturkan, saat kejadian sempat melihat korban yaitu Alsih dipukul aparat kepolisian, namun saat itu ada tembakan gas air mata yang membuat mata terasa perih dan penglihatan menjadi kabur.
“Saya liat Alsih di pukul saat menoleh kebelakang, hanya saja kondisi penglihatan masih samar-samar karena terkena gas air mata,” tandasnya.
Alsih bersama tiga wartawan lainnya sudah melapor ke Propam Polda Sulteng dengan didampingi empat pengacara yakni Rachmy SH, Roy Marianto Babutung SH, Fikri Saleh SH dan Moh. Itfan Umar, SH.
Pemred Sultengnews.com, Mahful Haruna mengaku akan mengikuti semua prosedur di Propam Polda Sulteng dan meminta agar oknum aparat kepolisian yang melakukan pemukulan ditindak tegas.
“Kita akan terus lanjutkan kasus ini sampai oknun aparat kepolisian ditemukan dan ditindak tegas, karena yang dipukul itu wartawan perempuan. Jadi, ada dua hal yang tidak bisa ditolerir. Pertama, dia wartawan dan sudah memperlihatkan id card, tapi tetap dipukul. Kedua, dia perempuan dan tetap saja di pukul. Jadi, kedua hal itu yang membuat kami melaporkan hal ini ke propam Polda Sulteng,” tandasnya. [*]






