
“Penutupnya harus diganti dan dipasang kembali karena ini berbahaya buat pejalan kaki khususnya bagi anak-anak. Semisal, kalau anak – anak terjatuh disitu bertepatan saluran full terisi air, bisa bisa mati itu anak pak.” Terang Dadang.
Menanggapi hal tersebut PPK Satker PJN Wilayah II BPJN Sulteng, Rhismono saat dihubungi via WhatsApp mengatakan, pihaknya telah mendata sejumlah kerusakan dan juga sudah menyurat kepada pihak kontraktor untuk segera dilakukan perbaikan.

”Beberapa tempat ambles disebabkan alih fungsi trotoar digunakan sebagai tempat parkir roda empat yang seharusnya sebagai jalur pedestrian (pejalan kaki). Namun beberapa tempat, ada juga yang ambles akibat penurunan paving,” kata Rhismono, Sabtu 31 Juli 2021.
Rhismono menambahkan, selaku PPK dirinya akan terus memerintahkan perbaikan atas kerusakan kerusakan yang terjadi selama masa pemeliharaan tersebut.***
Penulis: Zulfitra






