Untad Mestinya Pelopori Ketahanan Pangan Yang Jadi Isu Internasional

oleh -
oleh
Andono Wibisono (kanan) bersama Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura di salah satu warkop di kota Palu. Foto: IST

Universitas ini mengusung nama legenda tutur gelar Satria dalam budaya Kaili yaitu “Tadulako” gelar ini disematkan bagi seseorang yang berjasa, berani, leadership, berfikir dan bertindak untuk banyak orang, tegas, kuat, dan rendah hati ke bawah dan lemah lembut ke atas. Namun memiliki prinsip yang besar, bukan parsial, dan mengayomi semua.

Universitas Tadulako semestinya lebih kualitatif menangkap isu isu strategis dan mendesak. Dengan hamparan luas kampus dan mempelopori klaster pangan berbasis tanaman lokal di setiap kampus.

Misalnya, kampus pertanian. Kampus peternakan, kampus – kampus lainnya yang kiri kanan masih memiliki lahan cukup besar. Saya teringat ketika almarhum Prof DR Mattulada, 1990, menyampaikan kuliah umum mahasiswa baru Untad. ‘’Kita memiliki laut di depan. Garis pantai panjang, belakang kampus anak anak gunung dan sekitar kita dikenal Bumi Kaktus. Pemikir sejati, ilmuwan itu akan tumbuh dan mewarnai sekitarnya di gurun tandus dan gersang,’’ ungkap rektor pertama kampus yang diperkirakan seluas 200 hektare itu.

Kini saya sangat terenyuh. Kalangan kampus masih diributkan soal tingginya UKT, soal hukum pejabat lama akibat konflik nyaris sewindu.

Untad, sekali lagi mesti Gercep (gerak cepat) menyiapkan konsep bahkan mempelopori pencetakan lahan tandus menjadi sawah siram, atau ladang siram, atau menjadi pusat pengembangan dan lokasi specis kaktus dunia yang dapat diolah menjadi bahan pangan.

Sebagai alumni Untad, sangat prihatin. Potensi begitu besar, tapi gagap hingga kini mengelola menjadi sebuah BLU yang potensial. Andai saya rektor ! Saya akan bangun SPBU sekitar tembok kampus yang dibangun dengan uang miliaran rupiah hanya menunjukkan batas tanah. Andai saya jadi rektor, depan kampus akan dibangun food corner sebagai rest area bagi pengendara luar Kota Palu. Karena jalan lingkar yang dibangun pemerintah nasional sangat strategis. Andai saya rektor, membangun asrama, atau flat – flat bangunan mahasiswa dengan budget murah. Bahkan yang berprestasi digratiskan. Agar mahasiswa senantiasa dalam lingkungan dan ekosistem Untad selama 24 jam.

Untad kembali pada isu judul mesti Gercep menangkap isu isu internasional, global dan nasional. Untad adalah kebanggaan kita. Kebanggaan warga Sulteng. Kebanggaan bagi Indonesia. ***