Bahkan saat viral pertama kali, donasi yang berhasil dikumpulkan disebut mencapai puluhan juta. Sayangnya, informasi yang diterima menyebutkan bahwa dana tersebut diduga digunakan bukan untuk keperluan pendidikan anak.
tindakan ini mulai menimbulkan kecurigaan bahwa video terbaru ini bisa jadi merupakan bagian dari upaya eksploitasi demi mencari simpati publik dan keuntungan pribadi.
Situasi ini sangat disayangkan, mengingat Pemerintah Touna di bawah kepemimpinan Ilham Lawidu dan Surya S,Sos saat ini tengah memprioritaskan program pendidikan gratis bagi seluruh anak di Touna, sejalan dengan program nasional pemerintahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya akses pendidikan tanpa hambatan biaya.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dan kritis dalam merespons konten viral yang beredar di media sosial. Empati yang tulus sebaiknya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Jika tidak disikapi secara hati-hati, fenomena seperti ini dapat mencoreng nama baik daerah dan mengganggu kelancaran program-program pemerintah yang benar-benar ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
(JF)






