Untung Besar Pembangunan Broncaptering SPAM Desa Tampiala, PPK Dinas PUPR Tolitoli Bungkam

oleh -
oleh
Pipa distribusi proyek Pembangunan Broncaptering SPAM Desa Tampiala terlihat di permukaan tanah. Foto: ZF/ Posrakyat.com

PosRakyat – Penggalian pipa distribusi air bersih di Desa Tampiala, Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat sorotan. Pasalnya kedalaman galian pipa tersebut hanya kurang lebih 3 centimeter.

Tampak pipa distribusi SPAM desa Tampiala di tanam di bahu jalan Trans Sulawesi dengan ketebalan timbunan sekira 1 centimeter. Foto: ZF/ Posrakyat.com

Ketua Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Sulawesi Tengah, Eko Arianto kepada PosRakyat.com mengatakan sebagaimana fakta di lapangan bahwa item galian pipa SPAM Desa Tampiala itu terlihat asal jadi.

“Pekerjaan ini tampak tidak memenuhi spesifikasi teknis. Dan terkesan ada pembiaran. Kami menduga ini adalah upaya pihak rekanan untuk memperoleh keuntungan besar dengan cara terang – terangan mengurangi kedalaman galian pipa,” tegas Eko Arianto, Minggu, 10 Oktober 2021.

Ia menambahkan, dangkalnya galian pipa distribusi itu rawan pecah karena di tanam tepat di bahu jalan kabupaten dan bahu jalan Trans Sulawesi yang mana kata dia itu adalah ruang kendaraan menepi dan parkir.

“Bahu jalan itu tempatnya kendaraan menepi atau parkir. Apa lagi di jalan Trans Sulawesi, disitu sering kali mobil truk parkir dengan muatan puluhan ton, dan itu akan menyebabkan kerusakan pada pipa,” ujarnya.

Selain itu, informasi yang dihimpun media ini terkait upah pekerja untuk penggalian pipa distribusi yakni senilai Rp3000 per meter.