PosRakyat – Debat publik ke II yang di gelar belum lama ini menuai sorotan, pasalnya debat yang seharusnya adu gagasan setiap kandidat Bupati dan Wakil Bupati, justru terkesan jadi ajang membuka aib.
“Seharusnya kandidat bupati dan wakil bupati beradu gagasan visi misi ketika terpilih, tapi terkesan debat ke II ini hanya dijadikan ajang membuka aib kandidat,” kata tim Hukum Kandidat Bupati Hi Amran Hi. Yahya dan Moh. Besar Bantilan dengan slogan (Amanah Besar), Mansur Pondang.
Baca Juga: Kerukunan Keluarga Toraja Morowali Beri Dukungan untuk Rachmansyah-Harsono pada Pilkada 2024
Tujuan KPU selenggarakan debat publik ini kata Mansur Pondang, menyebarluaskan profil, visi dan misi serta program kerja masing masing pasangan calon bupati dan wakil bupati kepada masyarakat, serta menggali dan mengelaborasi setiap tema yang di angkat dalam kampanye debat, sehinggah masyarakat dapat memilah dan memilih calon yang layak itu memimpin daerah.
“Debat kali ini, tidak tergambar ide dan gagasan yang seharusnya jadi konsumsi masyarakat, justru terlihat debat publik yang terkadang berujung saling membenci dan menimbulkan sekat sekat antar calon pendukung,” ujarnya.






