Ia juga mengingatkan pemda dan khususnya tim gugus, agar segera mengantisipasi lonjakan status PDP dalam kurung waktu tak terlalu lama sudah terjadi lima kasus PDP positif. Pasalnya, dikhawatirakn daerah ini akan menjadi zona merah.
Nasruddin, anggota DPRD Pasangkayu berharap tim gugus tidak saling lempar kesalahan satu sama lain antar OPD, seperti yang terjadi sebelumnya.
Ia juga menyorot ketidakhadiran sejumlah OPD dan forkopimda yang tergabung dalam tim ini sebagai satu kesatuan dalam penanganan kasus corona.
Dia mengiginkan, komunikasi terbangun dan koordinasi terpadu antar tim gugus daerah hingga tingkat desa. Ini dimaksudkan untuk menghindari dilema di masyarakat.
Sekretaris tim gugus, Firman menjelaskan bahwa pemda ataupun tim gugus sudah bekerja sesuai protap (prosedur dan ketetapan) tiap kasus. Karena, penanganan itu bersifat kasuistik.
“Pemda ataupun tim gugus cukup serius dalam penanganan. Kalau masih ada yang kurang, itu pasti. Karena tak mungkin dilakukan hingga grassroot (akar rumput atau tingkat paling bawah),” jelas sekda Pasangkayu itu.
Bahkan, dia terkadang begadang hingga dini hari hanya untuk memantau kerja-kerja tim melalui grup jaring sosial. Itu sebagai wujud keseriusan, bahkan saat ia masih menjabat ketua tim sebelum digantikan bupati.
Sesuai juknis sebelumnya, isolasi dilakukan di rumah sakit, jawab Firman, tapi sekarang berubah dan bisa dilakukan di rumah. Selain rumah sakit, tim gugus juga menyiapkan rumah bantuan nelayan sebagai ruang isolasi.
Diakui, masih ada pasien tidak koperatif dan sosialisasi juga masih kurang. Itu disebabkan tingkat pemahaman masyarakat beragam mengenai informasi corona.
Soal RDP sebelumnya, ia mengaku bukan tak bermanfaat melainkan banyak memberikan masukan kepada tim untuk meningkatkan kinerja. Karena itu, tim gugus menginginkan RDP bisa berbagi informasi antara tim dan DPRD.
Tak tanggung, terkait refocusing anggaran, pemda menyiapkan puluhan miliar untuk penanganan covid-19 di Pasangkayu saat laporan ke kemendagri dan kemenkeu belum lama ini.
Berikut rinciannya, Rp32 miliar untuk penaganan covid-19, dana perimbangan Rp63 miliar, dan bagi hasil provinsi sekira Rp7 milar dan APBD berkurang Rp3 miliar.
[ ARHAM BUSTAMAN ]






