Rapat Peripurna LKPJ 2019, Gubernur Ungkap Kemiskinan dan TPT di Sulteng Menurun

oleh -
oleh
Gubernur Sulteng, Longki Djanggola didampingi sejumlah pejabat utama pemprov menyampaiakn LKPJ secata virtual dalam Rapat Parpurna, Selasa (28/4/2020). HUMAS PEMPROV

PALU, PosRakyat.com- Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulteng Tahun Anggaran 2019 sempat tertunda akibat Pandemi Covid-19 yang membatasi kegiatan dengan banyak peserta. Dengan ini maka rapat dilangsungkan baru secara virtual, Selasa (28/4/2020).

Rapat Paripurna virtual ini hanya diikuti 26 peserta dari 45 anggota DPRD Sulteng. Di mana masing – masing Anleg berada di tempat berbeda. Demikian pula sejumlah  serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuiltinya dari kantor masing-masing.

Dalam pidatonya, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 telah dimanfaatkan secara optimal untuk melaksanakan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan sesuai urusan pemerintahan yang jadi tanggung jawab setiap OPD.

Di samping untuk pemenuhan kebutuhan belanja tidak langsung, kebijakan umum belanja daerah tahun anggaran 2019 katanya, anggatan juga diarahkan untuk mendukung pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada perubahan RKPD tahun 2019 pascabencana.

“Serta memenuhi capaian target-target indikator makro,” tutur Gubernur Longki.

Untuk angka realisasi anggaran pendapatan daerah setelah perubahan tahun 2019 mencapai 98, 98 persen dari target Rp 4.170.517.779.691,15.

Di sisi lain dari rencana anggaran belanja daerah 2019 sebesar Rp 4.549. 853.924.998,12 atau berhasil terealisasi 90,99 persen.

Menurut Gubernur Longki, ada beberapa faktor yang menyebabkan realisasi belanja tahun lalu lebih rendah dari tahun 2018 yang mencapai 90,78 persen.