APH Diminta Usut Dugaan Penyimpangan Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo – Talise, Ini Faktanya

oleh -
oleh
Tampak lantai jembatan Tondo I retak. Foto: ZF/PosRakyat.com

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah (BPJN Sulteng), Arief Syarif Hidayat saat dikonfirmasi PosRakyat.com beberapa waktu lalu terkait buruknya pekerjaan di ruas jalan lingkar kota Palu itu nampaknya memilih tak memberikan keterangan.

Tampak cor pengancing pada item pekerjaan trotoar terlihat rusak diduga tak sesuai spek. Foto: PosRakyat.com

Sementara Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Tiga Sulawesi Tengah (Satker PJN Wil III Sulteng), Dian Maulana selaku penanggung jawab dari pekerjaan tersebut mengatakan bahwa akan segera dilakukan perbaikan kembali.

Cor pengancing terlihat patah. Foto: ZF/PosRakyat.com

“Sudah pertemuan dengan kontraktornya Selasa lalu. Jadwal perbaikan mungkin sudah di PPK, nanti ditanyakan lagi,” kata Dian Maulana belum lama ini.

Lantai jembatan Tondo I terlihat retak. Foto: ZF/ PosRakyat.com

Diketahui proyek dengan nama paket pembangunan jembatan akses utama Huntap Tondo – Talise itu menelan anggaran Rp88,3 miliar tahun anggaran 2021.

Terlihat di beberapa jembatan itu dipenuhi tambalan. Foto: ZF/ PosRakyat.com

Peket tersebut dibawa kendali Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Sulawesi Tengah.

Terlihat jembatan Tondo II dipenuhi tambalan. Foto: ZF/PosRakyat.com

Adapun nama pemenang pada pembangunan tersebut yakni PT. Marinda Utamakarya Subur yang beralamat di jalan A.W. Syahranie. Komp. Villa Tamara F/33 Samarinda – Samarinda (kota) – Kalimantan Timur.***

(ZF)