“Lembaganya solid, kadernya solid, infrastrukturnya kuat, orientasi perjuangannya jelas, tujuan perjuangannya jelas, langkah – langkahnya terukur,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Muzani, kader Gerindra menjadi besar sepeda karena perjuangan banyak orang. Di Sulteng mejadi seperti ini menempatkan Longki Djanggola sebagai gubernut selama dua parionde, buaparti dan guberbur di Sulten. Perjuangan itu muncul dari para ranting, perjuangan para PAC, para DPC, perjuangan Angota DPRD kabupaten dan kota. Para calon bupati dan wali kota mereka pun sama. Kadang – kadang mereka berjuang sendiri dengan biaya sendiri, meskipun perjuangan mereka tidak diperhatikan. Mereka berjuang demi Partai Gerindra, namun dengan keterbatasan itu mereka tetap kuat dan solid. Dengan militansi seperti itulah sehingga menjadikan kader Gerindra di seluruh Indonesia kuat dan solid. Oleh sebab itu, apa pun yang menjadi keputusan Partai, keputusan Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum, maka seluruh kader patuh dan tunduk demi menjaga marwah partai.
Sementara itu, mantan Ketua DPD Gerindra, Alimuddin Pa’ada mengaku terharu atas pesatnya perkembangan partai hingga saat ini. Ia membenarkan apa yang sudah diceritakan oleh Sekjen Ahmad Muzani ihwal proses berdirinya Gerindra Sulteng.
“Ternyata apa yang dulu saya perbuat untuk partai, menjadi perhatian tersendiri oleh DPP. Dan itu membuat saya semakin yakin dalam perjuangan ini,” jelas Alimuddin. [BOB]






