PosRakyat – Usai memboyong piala Adipura dari Jakarta ke Morowali, Penjabat Bupati (PJ) Kabupaten Morowali A Rachmansyah Ismail mengecek izin analisis dampak lingkungan (AMDAL) PT. Vale Tbk di Bahomotefe kecamatan Bungku Tengah, Rabu lalu.
“Setelah penyambutan piala Adipura oleh masyarakat Morowali dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), kami langsung kunjungan ke PT.Vale di Bahomotefe,” jelas Pj Bupati Rachmansyah Ismail.
Baca Juga: Ijazah Tak Kunjung Ada, 52 Wisudawan Akper Justitia Palu Ancam Demo
Baca Juga: Warga Morowali Mengeluh Jalan Nasional Rusak Parah
Menurut Rachmansyah, kunjungan ke PT.Vale Tbk merupakan kunjungan biasa sekaligus mengecek AMDAL. Hasil pengecekan semua kelengkapan yang dibutuhkan termasuk AMDAL sudah ready.
“Karena perusahaan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) MIND ID dengan komposisi 14% saham dari PT Vale Indonesia Tbk (INCO) itu saat ini sudah mulai produksi,” kata Rachmansyah mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng itu.
Diketahui, Kontrak Karya yang selanjutnya disebut KK adalah perjanjian antara pemerintah dengan perusahaan berbadan hukum Indonesia untuk melakukan kegiatan Usaha Pertambangan Mineral.
Kontrak Karya (KK) Vale Indonesia akan berakhir Desember 2025. Jika ingin memperpanjang, Vale harus melepas sahamnya ke pemerintah agar mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Berdasarkan UU No 3 Tahun 2020, badan usaha izin usaha yang sahamnya dimiliki asing wajib divestasi saham sebesar 51 persen.
Vale Indonesia menambang nikel laterit untuk menghasilkan produk akhir berupa nikel dalam matte. Rata-rata volume produksi nikel per tahun mencapai 75.000 metrik ton.
Dalam memproduksi nikel di Blok Sorowako, PT.Vale menggunakan teknologi pyrometalurgi (meleburkan bijih nikel laterit). PT.Vale atau Inco mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 2,678 laki-laki dan 256 perempuan.
Selain karyawan perusahaan PT. Vale memiliki pekerja non-karyawan yaitu pekerja kontraktor dan pemasok. Adapun jumlah pekerja per Agustus 2022 sebanyak 9.103 orang.
Perusahaan tersebut didirikan pada bulan Juli 1968, memperoleh izin dari pemerintah Indonesia untuk mengeksplorasi, menambang, dan mengolah nikel. Pomalaa dan Bahodopi yang tertuang dalam Kontrak Karya (KK) hasil amandemen 17 Oktober 2014 lalu.
Saat ini, mayoritas saham INCO dipegang oleh Vale Canada Limited (VCL) dengan porsi mencapai 44,3 persen. Adapun VCL dimiliki 100 persen oleh Vale S.A. Sisanya kepemilikan INCO dipegang oleh MIND ID sebesar 20 persen, Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM) 15 persen, dan publik 20,7 persen.***









