Dalam persidangan ini, Cohen yang didampingi pengacaranya terlihat tegang. Cohen sebelumnya meminta pengadilan untuk memberi izin pada pengacaranya untuk memeriksa terlebih dulu dokumen-dokumen yang disita agar bisa memisahkan dokumen yang dilindungi keistimewaan pengacara-klien atau ‘attorney-client priviledge’. Dokumen yang masuk ‘attorney-client priviledge’ tidak akan bisa disentuh jaksa federal.
Pengadilan menolak permohonan itu. Cohen dan pengacaranya pun meminta pengadilan menunjuk seorang pejabat independen yang disebut ‘special master’ untuk memeriksa dokumen dan data elektronik yang disita FBI dan menentukan dokumen mana saja yang bisa diperiksa jaksa federal AS.
Namun jaksa federal meminta agar dokumen itu diperiksa oleh tim jaksa khusus bernama ‘taint team’ yang terpisah dari jaksa federal yang menyelidiki kasus Cohen. Setelah 2,5 jam mendengarkan argumen pengacara Cohen dan jaksa federal, hakim Kimba Wood menutup sidang dan akan mengambil keputusan di kemudian hari.
Setelah sidang berakhir, Cohen pergi begitu saja tanpa berkomentar. Namun Daniels mendekati mikrofon yang dipasang wartawan di trotoar di luar pengadilan. Dalam komentarnya kepada wartawan, Daniels menyebut Cohen berpikir dirinya lebih berkuasa dari hukum.
“Pengacara saya dan saya berkomitmen agar semua orang mengetahui kebenarannya dan fakta-fakta soal apa yang terjadi, dan saya tidak akan beristirahat sampai itu terjadi,” ucapnya.
Source : Detikcom






