“Memang saya sudah ada informasi, gak usah saya sebutkan siapa kepala daerahnya. Saya dapat informasi yang bersangkutan sempat bermasalah di Makassar. Jadi kita monitor terus,” kata Andjar.
Meski sudah mengetahui siapa kepala daerah yang terlibat narkoba itu, Andjar belum bisa melakukan penangkapan karena belum memiliki bukti-bukti yang kuat keterlibatannya.
“Makanya, kami mengimbau siapapun yang terlibat peredaran gelap dan penyalagunaan narkoba, apapun dia termasuk pejabat, ayo berhenti dan silakan datang kepada kami. Kami akan bantu untuk rehabilitasi hingga sembuh. Jangan sampai kami tangkap,” tandasnya. (Kabarselebes.com)






