Ia terlihat mengenakan seragam usang dan sepatu yang telah robek. Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Galang menjadi korban perundungan di sekolah, namun kabar itu dibantah pihak sekolah dan pemerintah desa. Bahkan, pemerintah setempat justru aktif memberikan perhatian.
Namun, publik kembali dibuat miris setelah terungkap bahwa sebagian besar bantuan dari pemerintah, masyarakat, hingga tokoh nasional, tidak digunakan semestinya.
Dugaan kembali mengarah ke ayah Galang, yang disebut-sebut menggunakan bantuan untuk keperluan pribadi, termasuk bermain judi online di ponselnya.
Dari Air Mata Menuju Asa
Galang adalah satu dari banyak anak Indonesia yang hidup dalam kesenjangan. Meski demikian, ia tidak pernah berhenti bermimpi.
Ia bercita-cita menjadi seorang polisi, dan tetap semangat meski tinggal di rumah berdinding kayu, tanpa seorang ibu dan hanya tinggal bersama sang ayah yang lumpuh.
Galang dikenal sebagai siswa teladan, rajin dan selalu datang paling pagi ke SDN 2 Wakai. Kini, masyarakat berharap, di bawah pengasuhan baru, cita-cita Galang bisa diwujudkan.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Pemerintah Desa Wakai, Kapolda Sulawesi Tengah, Kapolres dan jajaran Polsek Una-una, masyarakat umum dan netizen, bahkan terakhir datang dari anggota MPR RI, Abcandra Akbar Supratman. Sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa bantuan-bantuan tersebut tidak dimanfaatkan sepenuhnya untuk masa depan Galang.
Kondisi itulah yang akhirnya memperkuat keputusan untuk memindahkan pengasuhan Galang ke tangan yang lebih aman dan bertanggung jawab.
(JF)






