BPK Dukung Pembuatan Warna Alami Tenun Donggala

oleh -
oleh
Benang sutra hasil proses pewarna alami untuk tenun Donggala. Foto: Jamrin AB

Pembuatan film dokumenter mengambil lokasi di Desa Limboro dan Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, dikenal penghasil tenun terbaik Kabupaten Donggala. Berdasarkan narasi film, menampilkan suasana desa dan kesibukan ibu-ibu pengrajin membuat tenun di Desa Towale. Termasuk menampilkan sosok Slamet (60 tahun), seorang maestro pewarna alami untuk tenun Donggala. Dikenal ahli meracik daun-daun tumbuhan sekitar untuk bahan pewarna benang sebelum dijadikan lembaran sarung.

Ketua panitia kegiatan sekaligus penerima FPK, Andi Riuh, menjelaskan film dokumenter ini diajukannya, karena menarik untuk diperkenalkan ke generasi muda melalui dunia digital. Sekaligus terus mendorong pengrajin Kembali memanfaatkan warna alami ketimbang bahan sintesis kurang ramah lingkungan
“Terutama dapat meningkatkan perekonomian pengrajin yang menggunakan pewarna alami disebabkan biaya lebih murah dan terjangkau sehingga tidak banyak mengeluarkan biaya,” kata Andi Riuh.

Dampak utamanya diharapkan dari pendokumentasian, menurut Andi Riuh adalah pemberdayaan bagi ahli warna alami yang kini makin langka. Seringnya memperkenalkan cara pembuatan wara alami akan menginspirasi para pengrajin tradisional sekaligus menumbuhkan minat calon konsumen kain tenun.

(Jamrin AB)