“Semoga kerusakan ini segera ditangani agar saat banjir air tidak masuk ke pemukiman warga. Karena kalau tidak cepat diperbaiki khawatirnya kalau banjir lagi air akan masuk ke pemukiman warga,” pungkasnya.
Diketahui, pembanguan bronjong pengaman tebing sungai Tampiala sepanjang kurang lebih 300 meter itu dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2022 lalu.
Hingga berita ini naik tayang belum ada keterangan resmi dari pihak BPBD Provinsi Sulteng terkait ambruknya bronjong tersebut.***
(ZF)






