“Sesuai dengan tagline beliau, kerja tuntas dan kerja ikhlas,”kata Aminudin Awaludin yang mengaku inisiator mendorong Rachmasyah Ismail maju dalam Pilkada Morowali.
Rachmansyah kata dia, layak diperhitungkan karena kinerjanya baik dan menyentuh langsung ke masyarakat, sehingga sejumlah partai politik meliriknya sebagai salah seorang figur putra asli Morowali layak disurvei untuk mendapat dukungan maju dalam Pilkada mendatang.
“Kalau hasil survei itu menunjukkan elektabilitas figur Rachmasyah bagus, maka akan kami rekomendasikan untuk diusung dengan ketentuan harus mundur dari aparatur sipil negara (ASN). Dan sampai saat ini secara resmi Rachmansyah belum pernah melakukan pendaftaran di partai politik manapun, termasuk pembentukan tim belum pernah ada, hanya kami berinisiatif memasukkan nama beliau ke sejumlah partai politik untuk dilakukan survei,” terang anggota DPRD Morowali empat periode itu.
Politisi partai besutan Prof Yusril Ikhsa Mahendra itu mengatakan seiring dengan berjalannya waktu, kita ngga perlu lakukan pendaftaran ke parpol, apalagi beliau masih terikat dengan jabatan dan kode etik ASN, tapi kalau sebatas survei saya pikir sah sah saja.
“Saya sebagai ketua PBB untuk mengajak partai Demokrat bersama-sama mengusung bapak Pj Bupati Morowali Rachmansyah Ismail. Dan cukup jelas PBB punya historis dengan keberhasilan Anwar Hafid menjadi bupati 2 periode di Morowali, harapan itu yang kemudian kami berinisiatif membentuk tim bergerak membangun komunikasi terhadap partai Demokrat. Dan itu bukan inisiatif pak Rachmansyah, tapi inisiatif kami,” bukanya.
Sementara Pj Bupati Morowali Rachmansyah Ismail, menyampaikan bahwa sejak ditugaskan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubernur Sulawesi Tengah untuk menjalankan amanah di Morowali belum pernah mengeluarkan surat pembentukan pemenangan dalam menghadapi Pilkada Morowali.
“Saya belum pernah membentuk tim sukses menuju Pilkada Morowali, kalau ada sejumlah tokoh partai politik dan masyarakat berinisiatif mendukung dan mau mengusung saya, patut kita bersyukur. Tapi yang pasti sampai saat ini saya masih melaksanakan tugas dan amanah negara dari bapak Mendagri dan Bapak Gubernur,” tegas mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng itu.
Selanjutnya, Rachmansyah juga mengaku siap mengundurkan diri dari ASN apabila sudah mendapat rekomendasi dari partai dan mendaftar di KPU.
“Jangankan rekomendasi, mendaftar saja ke partai politik belum pernah, tapi kalau partai politik meminta nama saya untuk dimasukkan ke lembaga survei masing-masing partai itu benar,” ungkapnya.
Ia mengatakan tidak salah kalau hanya sebatas diminta nama untuk disurvei. Kemudian bersilaturrahim ke tokoh-tokoh masyarakat yang notabene juga toko partai politik.
Yang pastinya jika maju dalam Pilkada Morowali dirinya memastikan mundur baik sebagai Pj Bupati maupun ASN, karena itu etika dan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi ASN dan anggota DPRD, DPR RI dan DPD RI. ***






