PosRakyat – Tiga warga negara Indonesai (WNI) sampai saat ini masih berada di Gaza Palestina. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi.
WNI itu masih bertahan lantaran memilih melanjutkan kerja kemanusiaan, meski tujuh WNI lainnya sudah dievakuasi dari Gaza.
Baca Juga: Siap-Siap Google Bakal Hapus Gmail yang Tidak Aktif
Ketiga WNI itu menjadi relawan di Rumah Sakit Indonesia yakni Farid Zakzabil Al Ayubi, Reza Aldilla Kerniawan dan Fikri Rofiul Haq.
“Sampai saat ini, beliau bertiga memutuskan untuk tetap tinggal di Gaza,” kata Retno melalui video pernyataan yang dikirimkannya dari dalam pesawat kepresidenan, saat mendampingi Presiden Jokowi untuk kunjungan kerja ke Washington DC, AS, Minggu kemarin.
Retno mengatakan, pihaknya memastikan terus melakukan komunikasi dengan ketiga WNI tersebut, serta dengan perwakilan relawan kemanusiaan MER-C di Jakarta untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik.
Sebelumnya pada 3 November 2023, Retno mengumumkan keberhasilan mengevakuasi empat WNI dari Gaza, yakni Keluarga Abdillah Onim, ketiga anaknya yang juga WNI, serta istrinya yang berkewarganegaraan Palestina keluar dari Gaza melalui pintu Rafah yang berbatasan darat dengan Mesir.
Sementara ketiga WNI lainnya yaitu Muhammad Husein, kedua anaknya, serta istrinya yang adalah warga Palestina, juga telah dievakuasi dari Gaza melalui perbatasan Rafah.
Setelah berhasil keluar dari Gaza pada Minggu waktu setempat (12/11/2023), Husein dan keluarganya dibawa ke Kairo, Mesir, untuk selanjutnya dipulangkan ke Indonesia.
Dalam kesempatan terpisah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan, sedikitnya 11.078 orang tewas, termasuk 4.324 anak-anak, dan 2. 823 wanita sampai Sabtu (11/11/2023).
Selain itu, dilaporkan sejumlah 27.000 orang lainnya terluka dan 1270 orang diperkirakan tertimbun di bawah reruntuhan bangunan di Gaza.
Sementara itu, di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, korban tewas mencapai 186 orang, 2.100 orang terluka, serta 1.960 orang ditahan oleh Israel.
Sedangkan, jumlah warga Israel yang tewas mencapai sedikitnya 1200 orang, termasuk 333 tentara dan 58 polisi, serta 5. 431 terluka.
Seperti dilansir sejumlah sumber, Hamas-gerakan Islam dan nasionalisme Palestina yang menentang pendudukan Zionis- telah meluncurkan ribuan roket dari Jalur Gaza ke Israel dan melakukan serangan langsung ke beberapa lokasi di Israel, Sabtu (7/10/2023).
Hamas mengklaim, serangan dengan nama Operasi Badai Al Aqsa itu untuk mengakhiri pendudukan terakhir di bumi. Serangan itu juga disebut balasan atas tindakan provokatif Israel di situs suci Yerusalem dan terhadap warga Palestina yang ditahan.
Sementara itu, Israel membalas serangan Hamas dengan melancarkan Operasi Pedang Besi.
Diketahui, Gaza adalah wilayah Palestina yang pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman, sebelum diduduki oleh Inggris dari 1918 hingga 1948, dan Mesir dari tahun 1948 hingga 1967.***



