Rawan Bencana, Warga Hentikan Pengambilan Material Sirtu di Pinggir Sungai untuk Proyek Jembatan yang Dikerjakan PT TMJ

oleh -
oleh
Terlihat satu buah alat berat jenis ekscavator di lokasi pengambilan material Sirtu untuk penimbunan oprit jembatan di desa Galumpang dan desa Bajugan, Kecamatan Dako Pamean, Kabupaten Tolitoli, Rabu, 8/11/2023. Foto: ZF / Posrakyat.com

PosRakyat – Warga desa Galumpang menghentikan aktifitas pengambilan pasir batu (Sirtu) di pinggir sungai di desa Galumpang oleh perusahaan PT Tunggal Maju Jaya (TMJ).

Pengambilan material Sirtu itu diketahui untuk timbunan oprit pada proyek pembangunan jembatan di Desa Galumpang dan Desa Bajugan Kecamatan Dako Pamean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Baca Juga: Timbunan Urpil Bercampur Akar Kayu, PT AKAS dan BPJN Sulteng Acuh

Baca Juga: Aparat Hukum Diminta Periksa Proyek Jalan Lingkar Palu

Kepala Desa Galumpang Fajrin Asnawi saat ditemui Pos Rakyat Rabu kemarin mengatakan, warga setempat meminta penghentian aktifitas pengambilan timbunan di pinggir sungai itu karena khawatir akan terjadi bencana banjir yang bisa merendam pemukiman warga di kemudian hari.

“Sebagian besar warga desa Galumpang tidak menghendaki adanya pengambilan material Sirtu di lokasi sungai itu. Dan sudah sekitar satu Minggu lalu ekscavator dari perusahaan diminta hentikan oleh warga sini,” kata Kepala Desa Galumpang yang ditemui di salah satu rumah warganya, Rabu, 8 November 2023, sore.

Penelusuran tim media ini Rabu kemarin, tampak akses masuk di lokasi pengambilan material telah ditutup, namun terlihat dalam lokasi itu masih ada alat satu unit ekscavator diduga milik dari PT TMJ.