Salah satu program unggulan Desa Ginunggung adalah penanganan stunting melalui pemberian makanan bergizi gratis. Dengan alokasi dana sekitar Rp40-50 juta, program ini menyasar 167 anak berusia 0-4 tahun. Setiap bulan, anak-anak yang datang ke posyandu mendapatkan telur, bakso, dan tahu isi secara gratis.
“Kami ingin memastikan anak-anak di Ginunggung mendapatkan gizi yang cukup. Program ini adalah kolaborasi antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat,” terang Anwar.
Ke depan, Desa Ginunggung akan memperluas kerja sama dengan kelompok produktif di tingkat dusun. Program pemberdayaan mencakup peternakan ayam, budidaya tanaman, dan sektor ekonomi lainnya. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan PAD dan menjadikan desa lebih mandiri.
Pada tahun 2025, Desa Ginunggung merencanakan peluncuran program kolaborasi besar antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. “Kami optimis, kolaborasi ini adalah langkah besar menuju Indonesia Emas,” tambah Anwar.
Dengan inovasi dan sinergi yang terus dikembangkan, Desa Ginunggung menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha dapat mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.
(Sahar L/M Yusuf)






