Petani kepala jarang membuat minyak goreng dan kopra, melainkan langsung menjual karena selain cepat menghasilkan uang, juga tidak butuh waktu lama berproses. Secara ekonomi sebetulnya harga kopra lebih tinggi dibanding jual bijih kelapa, cuma saja sebagian petani ingin praktis. Padahal bagi pengumpul bijih kelapa keuntungannya lebih besar dari pada petani, karena diperdagangkan ke Surabaya. Di sana produsen akan mendapat keuntungan besar pula selain daging kelapa juga mendapat tempurung untuk bahan bakar dan lainnya.
Sebaran kebun kepala dalam di wilayah Kabupaten Donggala saat ini terdapat di seluruh kecamatan. Terbanyak berada pada lima kecamatan, masing-masing Balaesang dengan jumlah luas 6.896 hektare, disusul Sojol dengan luas 3.675 hektare, Dampelas seluas 3.010 hektare, Sindue seluas 2.266 hektare dan Sirenja memiliki luas 1.826 hektare. Sedangkan kecamatan lainnya berkisar ratusan hektar saja, kecuali Pinembani hanya puluhan hektar.
Adapun jumlah petani atau pemilik kelapa di seluruh Kabupaten Donggala sebanyak 12.486 orang, menunjukkan kalau kelapa menjadi salah satu sumber utama perkebunan masyarakat Donggala.***
Penulis: JAMRIN AB






