“Kami juga berharap peristiwa ini tidak dikait-kaitkan dengan agama atau suku tertentu, karena bisa memperkeruh suasana,” katanya.
Menurut dia, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi terorisme. Sejatinya semua agama mengajarkan kasih sayang dan kemanusiaan kepada sesama.
“Tindakan ini tidak bisa ditolerir karena jelas-jelas sangat tidak manusiawi dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama manapun,” katanya.
Selain itu, Ketua FKUB Sulteng juga mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Sulteng agar tidak terprovokasi dengan terjadinya aksi bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar tersebut.
“Mari kita jaga kerukunan bersama, jangan terprovokasi oleh info-info yang tidak benar atau hoaks yang dapat menimbulkan pemahaman yang berbeda,” imbaunya.
Seperti diberitakan, insiden ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di sekitar Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu, sekira Pukul 10.30 WITA.
Ledakan yang berada di sekitar Polsek Ujung Pandang dan Polrestabes Makassar serta Kantor Balaikota Makassar itu langsung membuat heboh dan aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk mengamankan lokasi. Ledakan tersebut terjadi saat jemaat gereja sedang beribadah di gereja.***
Penulis: Thio






