FPPD Imbau  Penegak Hukum  Usut Dugaan Pelanggaran Sejumlah  Proyek Ditubuh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng

oleh -
oleh
salah satu titik dari pekerjaan peningkatan jalan Tambun - Bilo yang terlihat adanya longsoran tebing gunung dan volume ketinggian talud tersebut terlihat rendah sekitar 30 centimeter (cm). (Foto ; Zhoel)

“Kami berharap aparat Kajaksaan dan Kepolisian segera mengambil sikap terhadap dugaan penyimpangan yang terjadi  tanpa pandang bulu. Kami juga percaya terhadap  pihak penegak hukum kita khususnya di Sulteng,  yang hingga saat ini diyakini bekerja sangat profesional dan kredibel.” Harap Eko Arianto.

Selain itu, Eko juga berharap bukan hanya pekerjaan jalan Tambun – Bilo yang di selidiki dugaan pelanggaranya,  tapi semua indikasi pekerjaan yang bermasalah di Sulawesi Tengah  tampa terkecuali,  sehingga kerugian Negara yang ditimbulkan dapat terselamatkan. Seperti contoh pada pekerjaan peningkatan jalan Pasir Putih dari tahun 2017 hingga tahun 2018.

“Pekerjaan peningkatan jalan Pasir Putih tahun 2017 dan tahun 2018 semestinya juga diusut.” Tutupnya.

Longsoran yang menutup bahu jalan dan hampir menutup badan jalan. terlihat talud penahan tebing tidak bisa menahan longsoran. (Foto : Zhoel)
Badan jalan yang ambles di salah satu titik jalan Tambun – Bilo mengancam keselamatan pengendara. ( Foto ; Zhoel)
Bahu jalan proyek peningkatan jalan Pasir Putih Tolitoli, tahun 2017, juga  salah satu pekerjaan yang melekat di dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng. terlihat rusak parah diduga disebabkan penggunaan pasir yang bercampur tanah. (Foto : Zhoel)

Penulis : Zhoel