Gaya Spiritual Anwar Hafid: Pergeseran Paradigma Kepemimpinan

oleh -
oleh
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Dan lebih dari itu Anwar Hafid meyakini dan banyak yang berkeyakinan bahwa masalah-masalah pemerintahan di Sulawesi Tengah akan dapat diselesaikan dengan baik dan benar melalui Sholat.

Disiplin, Loyalitas Dan Kinerja 

Argumentasi mendasar dapat dikemukakan bahwa dalam birokrasi di semua tingkatan pemerintahan membutuhkan ASN yang disiplin. Hanya dengan disiplin dalam semua aspek, birokrasi dapat berjalan secara benar dan baik. Faktor disiplin menjadi kunci utama dalam birokrasi.

Banyak faktor atau variabel yang mempengaruhi disiplin seseorang, tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh Kepemimpinan terhadap disiplin sangat besar sebagaimana hasil penelitian Marzuki ( 2003) dan hasil penelitian Sudirman ( 2008).  45 % disiplin dipengaruhi oleh Kepemimpinan sebagaimana hasil penelitian diatas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan).

Namun keutamaan dalam menjalankan shalat adalah di awal waktu. Hendaknya kita selalu berusaha untuk selalu shalat di awal membiasakan diri shalat di awal waktu membentuk karakter kita menjadi disiplin. Sesuai dengan hadits yang menyatakan bahwa shalat di awal waktu itulah yang paling afdhol.

Dari hadist diatas menunjukkan bahwa instruksi atau perintah gubernur Anawar Hafid sangat urgent dan relevan. Apalagi sangat diyakini bahwa sholat itu menghindari perbuatan keji dan munkar.

ASN tidak hanya dituntut disiplinnya, tetapi juga Kinerja nya atau hasil kerja. Hasil penelitian Muhammad Zainal Abidin ( 2013)  tentang keterkaitan sholat dengan kinerja menunjukkan bahwa pengaruh sholat terhadap kinerja adalah sebesar 67,5 % dan sisanya sebesar 32,5 % dipengaruhi oleh disiplin.

Hal ini membuktikan bahwa dua variabel dependen yaitu kinerja dan disiplin sangat dipengaruhi oleh Sholatnya. Hasil penelitian Wahyu Bagja Supemi (2018) menunjukkan bahwa pengaruh sholat terhadap hasil belajar adalah sebesar 73,6 %.

Di era kecerdasan buatan (AI) saat ini dimana kemajuan teknologi informasi yang sangat canggih, banyak manusia yang menghabiskan waktunya di depan komputer dan laptop bahkan waktunya habis bermain computer, laptop dan HP.

Tidak hanya masyarakat biasa, tetapi juga para ASN dalam kesehariannya, tidak untuk kerja yang produktif tetapi dihabiskan dengan bercengkerama dengan kecanggihan teknologi informasi yang bernama HP.

Anwar Hafid sebagai gubernur yang baru ingin merubah kebiasaan-kebiasaan buruk para ASN dengan menggagas gerakan sholat berjamaah dilingkungan pemerintahan di Sulawesi Tengah.

Patut Diikuti Oleh Bupati dan Walikota

Kapasitas AH sebagai Ketua MCMI (Masyarakat Cinta Masjid Indonesia) Sulteng dinilai sangat efektif dalam merubah mental birokrasi di Sulteng.

Sekalipun para bupati dan walikota bukan bawahan gubernur, tetapi bila ajakan kebenaran dan kebaikan melalui gerakan sholat berjamaah di masjid ini dilakukan oleh semua bupati dan walikota serta jajarannya dapat diprediksi bahwa birokrasi pemerintahan di Sulawesi Tengah akan mendapatkan prestasi dan kinerja pemerintahan yang membanggakan.

Selain prestasi yang membanggakan juga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulawesi Tengah, sehingga gaya kepemimpinan AH tidak saja mempengaruhi para birokrat atau ASN tetapi akan berdampak kepada ummat Islam Sulawesi Tengah untuk memakmurkan Masjid yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan.

Para bupati dan walikota se Sulteng yang ingin melakukan perubahan, kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya, maka gagasan/ide yang dilakukan bapak Gubernur Sulteng perlu diikuti dan sangat diyakini, seluruh rakyat akan mendukung pemimpin nya yang menempatkan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan yang utama mengalahkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.