Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri mengatakan, ada lima pilar yang harusnya diperkuat oleh Pemerintah agar persepakbolaan Indonesia berkembang.
Pilar pertama adalah infrastruktur. Indonesia tak perlu lagi membangun stadion mahal. Yang dibutuhkan sekarang adalah menyiapkan lapangan yang baik di pedesaan, karena pemain berbakat ada di desa.
Kedua, sambung Indra adalah kurikulum sepakbola. Indonesia, kata Indra, tidak boleh mengikut kurikulum sepakbola eropa atau Amerika Latin karena postur tubuh yang berbeda.
Yang diperlukan pemain Indonesia adalah penerapan gaya bermain sendiri ala Indonesia yang disebut Filanesia atau Possession Proggressive.
“Kita harus berkiblat pada negeri sendiri. Kita perlu belajar sama negara lain, tapi kita tidak perlu diajar. Kalau diajar, berarti kita akan terus selalu berada di bawah mereka. Jangan takut bersaing,” tegasnya.
Yang ketiga, kata Indra adalah pengembangan pelatih. Di Indonesia, jumlah pelatih saat ini adalah 7.000-an orang. Hal ini sangat berbanding jauh dengan jumlah pelatih di Jepang sebanyak 80.000 orang.
“Makanya jangan berharap kualitas pemain kita akan mengalahkan jepang, karena dari segi pelatih saja kita ketinggalan,” terangnya.
Yang keempat dan kelima, sambung Indra, adalah pengembangan pemain dengan piramida sepakbola serta kompetisi untuk mengasah kualitas pemain.
“Jika lima pilar ini bisa sama-sama kita perkuat, yakinlah bahwa sepakbola kita bisa menuju pentas dunia,” tuturnya.
Sementara itu, Menpora Dito Bimo Ariotedjo menuturkan, pihaknya senantiasa mendukung perbaikan kualitas olahraga nasional.
Bentuk dukungannya adalah dengan penganggaran serta koordinasi dengan pemerintah-pemerintah daerah di Indonesia.
“Kami akan melakukan upaya apapun untuk meningkatkan prestasi olahraga tanah air,” tegasnya. ***






