Dalam kesempatan tersebut, Kajati Sulteng secara khusus mengajak para mahasiswa untuk turut serta dalam memerangi korupsi.
“Adik-adik mahasiswa adalah masa depan bangsa dengan pemikiran yang kritis. Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari kalian untuk memerangi korupsi,” ujarnya.
Selain itu, Bambang Harianto juga menekankan pentingnya peran pers dalam mengungkap dan mempublikasikan kasus-kasus korupsi. Ia mengusulkan agar insan pers diberikan penghargaan sebagai kolaborator justice.
“Peran media sangat krusial untuk mempercepat terungkapnya kasus-kasus korupsi. Tanpa peran media, penanganan kasus akan berjalan lambat. Media layak mendapat penghargaan atas kontribusi mereka dalam penegakan hukum,” tegasnya.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan media, Kejati Sulteng optimistis bahwa upaya pemberantasan korupsi dapat semakin kokoh. Ajakan ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tugas bersama.
Acara ini sekaligus menjadi momen refleksi untuk memperkuat sinergi antara Kejati Sulteng, masyarakat, dan media dalam menciptakan Indonesia yang bebas dari korupsi.






