“Saudara Hidayat Lamakarate saya kirim ke Banggai Laut untuk magang jadi Bupati 2 tahun, jadi Wali Kota 1 tahun. Saudara Bartho juga saya latig jadi Bupati Morowali. Kami di pertai politik betul – betul mempertimbangkan dengan matang,” jelasnya.
Atas kehendak Yang Maha Kuasa lanjut Longki, kedua figur ini dipertemukan dalam satu survei, di mana yang menonjol menjadi Cagub adalah Hidayat, untuk Cawagub yang menonjol adalah Bartho. Mereka dinilai layak menjadi kandidat dalam konestasi Pilkada. Jadi, keputusan itu berdasarkan, perhitungan, kajian, analisisdan atas hasil survei dari masing – masing partai pengusung maupun pendukung. Olehnya, Ia kembali mengingatkan supaya masyarakat tidak salah memilih pemimpin yang asal ‘comot’ saja kemudian dicalonkan sebagai pemimpin untuk kepentingan Sulteng yang lebih besar ke depan. Sehingga kalau ingin baik dan semakin maju daerah ini jangan salah memilih pemimpin, sebab kalau salah pilih maka daerah berpotensi menjadi rusak.
“Insya Allah umur panjang bulan Juni tahun depan saya sudah berakhir masa jabatan, tidak boleh 3 periode. Makanya kami menyiapkan kader yang lebih dari saya,” tegas Longki.
Menurutnya, jika salah memilih figur untuk memimpin Sulteng, maka daerah bisa saja tidak akan menjadi apa – apa. Ia menambahkan setelah masa jabatannya berakhir dirinya sudah mempersiapkan untuk berkebun di Desa Baliara, yakni menanam jagung sambil beternak burung walet. Ia menitipkan harapan pembangunan daerah inj kepada Hidayat – Bartho untuk melanjutkan pembangunan yang sudah ada untuk membuat Sulteng jauh lebih maju dan berkembang dengan spirit usia muda Hidayat dan Bartho. [BOB]






